review on manhwa "WMMAP" (Who Made Me A Princess)
Mendalami Manhwa "Who Made Me A Princess"
| Who Made Me a Princess Cover |
Judul: Who Made Me a Princess
Penulis: Plutus
Ilustrator: Spoon
Genre: Fantasi, Isekai, Romance, Drama
Tanggal Terbit: 2017 - 2022
Jumlah Bab: 125 (manhwa)
Sinopsis:
Who Made Me a Princess adalah manhwa yang diadaptasi dari novel web karya Plutus. Cerita ini berpusat pada seorang gadis bernama Athanasia de Alger Obelia, yang terlahir kembali sebagai seorang putri di dunia novel yang pernah ia baca. Namun, kehidupannya tidak seindah kelihatannya karena di dalam novel tersebut, sang putri dibunuh oleh ayahnya sendiri, Kaisar Claude de Alger Obelia.
Athanasia, yang sekarang sadar akan takdir kelamnya, harus menemukan cara untuk menghindari kematian tragis tersebut. Dalam usahanya untuk bertahan hidup, dia berusaha mendekati ayahnya yang dingin dan tampak tidak peduli, Kaisar Claude. Dengan cerdas dan hati-hati, Athanasia berjuang untuk mendapatkan kasih sayang ayahnya sambil merencanakan masa depan yang aman bagi dirinya.
Namun, perjalanan Athanasia tidak mudah, karena ia harus menghadapi intrik kerajaan, persaingan di antara para bangsawan, dan misteri keluarga kerajaan yang perlahan terungkap.
Review:
Who Made Me a Princess menawarkan alur cerita isekai yang segar dan menarik dengan sentuhan fantasi dan drama yang dalam. Salah satu kekuatan utama manhwa ini adalah pengembangan karakter yang matang dan emosi yang kompleks, terutama hubungan antara Athanasia dan ayahnya, Claude.
1. Karakterisasi yang Kuat: Athanasia bukanlah protagonis yang pasif. Sebaliknya, ia adalah karakter yang cerdas dan mandiri. Ia menggunakan akalnya untuk bertahan hidup di lingkungan yang penuh dengan bahaya. Di sisi lain, Claude sebagai karakter dingin yang perlahan membuka hatinya memberikan dinamika yang emosional. Perkembangan hubungan ayah-anak mereka menjadi salah satu daya tarik terbesar cerita ini.
2. Ilustrasi Memukau: Gaya gambar dari Spoon sangat indah, detail, dan menonjolkan karakteristik dunia kerajaan yang megah. Warna-warna cerah dan panel-panel yang elegan memperkuat atmosfer cerita, membuat setiap bab menjadi visual yang memanjakan mata.
3. Plot yang Mendalam: Meskipun diawali dengan premis yang tampak sederhana, manhwa ini berkembang menjadi cerita dengan lapisan yang lebih kompleks. Ada misteri-misteri yang menyelimuti keluarga kerajaan, konflik-konflik politik, serta perkembangan emosional yang mendalam pada tiap karakter.
4. Humor dan Drama yang Seimbang: Selain memiliki momen-momen yang serius dan penuh ketegangan, Who Made Me a Princess juga menyajikan humor yang menyenangkan. Athanasia sebagai karakter yang cerdas dan lucu sering kali memberikan momen-momen ringan yang memecah ketegangan.
Namun, beberapa pembaca mungkin merasa bahwa alur cerita kadang melambat, terutama di bagian-bagian yang lebih fokus pada kehidupan sehari-hari Athanasia di istana. Meskipun begitu, hal ini tidak mengurangi daya tarik keseluruhan cerita.
Kesimpulan:
Who Made Me a Princess adalah manhwa yang sangat saya direkomendasikan bagi penggemar genre isekai, drama, dan fantasi. Dengan karakter yang kuat, plot yang emosional, dan ilustrasi yang memukau, manhwa ini berhasil menyajikan kisah yang memikat dan mendalam.
Komentar
Posting Komentar